Pesan Untuk Garcia
” Saat pecah perang Spanyol-Amerika Serikat tahun 1898, presiden Amerika, Bill McKinley, perlu menyampaikan pesan penting kepada seorang pemimpin gerilyawan Kuba pro-Amerika bernama Calixto Iniquez Garcia. Pemimpin ini bermarkas di sebuah tempat terpencil di pulau Kuba yang tidak akan pernah bisa dijangkau pos apalagi dalam keadaan perang. Tak seorang pun tahu bagaimana mencapainya, namun seorang jenderal menegaskan kepada Presiden McKinley bahwa hanya ada satu kurir yang bisa melakukannya, orang itu adalah Rowan, seorang perwira.
Saat Presiden McKinley memberikan surat kepada Rowan di Washington D.C., Rowan tidak pernah menanyakan, “Bagaimana saya bisa ke sana? Apa yang harus saya kerjakan sesampainya di sana? Bagaimana saya kembali ke sini?” Dia hanya mengambil surat tersebut dan memikirkan sendiri cara menemukan Garcia. Dia menumpang kereta sampai New York; naik kapal ke Jamaika; menembus blokade tentara Spanyol untuk mencapai Kuba dengan menaiki perahu layar kecil. Lalu ia terus berjalan menembus belantara Kuba. Akhirnya setelah sembilan hari perjalanan tanpa henti ditempat yang belum pernah diinjaknya, Rowan berhasil menemui Garcia dan menyampaikan pesan tersebut disuatu pagi. Sore pukul lima di hari yang sama, dia bergegas pulang kembali ke Amerika Serikat “
Kisah diatas adalah catatan perjalanan sekaligus essai karya Elbert Hubbard berjudul A Message to Garcia, dan dalam essainya dia memberi komentar tambahan seperti ini:
” Hati saya sangat tersentuh melihat orang yang melakukan tugas dengan sebaik-baiknya tak peduli diawasi ataupun tidak. Orang yang, jika dibebankan padanya suatu tanggung jawab, menerimanya dengan diam tanpa menanyakan hal-hal bodoh, tanpa niatan untuk menghindar serta akan melakukan apa pun untuk mengerjakannya. Peradaban membutuhkan perjalanan panjang dan melelahkan dalam menemukan orang-orang semacam itu. Apa pun yang diminta olehnya akan diberikan meskipun dia jarang meminta; orang seperti ini sangat susah dicari sehingga tak seorangpun rela melepasnya. Dia diinginkan di tiap kota, desa, dimaui setiap kantor dan pabrik ”
(Isi essai dan komentar pengarang saya terjemahkan secara bebas). Kisah ini juga dinukil oleh Stephen Covey dalam bukunya The 8th Habit.
Meskipun kisah dalam esai ini akhirnya diketahui tidak seratus persen nyata, namun A Message to Garcia berhasil menginspirasi semua prajurit Amerika di Perang Dunia 1 & 2 dan menjadi bacaan wajib marinir dan prajurit AS umumnya, serta menjadi bahan hafalan diseluruh sekolah di Amerika kala itu (mungkin mirip menghafal Pancasila ditempat kita). Esai ini juga pernah difilmkan dengan judul yang sama ditahun 1916 dan 1936.




One Comment, Comment or Ping
Dino
cerita yang menarik, dan aku jadi malu kalo kerja gak bener hehe..
Jan 9th, 2008
Reply to “Pesan Untuk Garcia”