Mereka Yang Tak Lengkap Namun Terbang Tinggi
Tiada yang ternoda didunia ini selain pikiran
Dan tak seorangpun boleh disebut cacat kecuali yang kejam – William Shakespeare.
Saya mendapatkan kutipan diatas dari blog seorang aktivis yang berjuang untuk kesamaan hak kaum difabel, Bahrul Fuad dan beliau sendiri seorang difabel yang mengagumkan. Difabel adalah kata ganti resmi untuk penyandang cacat yang ternyata jumlahnya di Indonesia sangat banyak, lebih dari 10 juta. Jumlah difabel yang sebanyak itu memang belum mendapatkan perhatian layak dari pemerintah. Satu contoh kecil adalah aksesibilitas fasilitas umum, apalagi jika bicara lebih jauh tentang pendidikan dan pekerjaan.
Di hampir semua negara maju, fasilitas publik selalu dilengkapi dengan “jalur khusus” untuk penyandang cacat, dari parkir sampai bis umum dan kereta, dari tangga sampai kursi khusus. Gampang menemui orang dengan kursi roda di terminal dan stasiun kereta atau bioskop. Dan penyediaan fasilitas ini diwajibkan oleh konstitusi (saya juga pernah membaca undang-undang standar kelayakan bangunan publik di Swedia untuk menjamin aksesibilitas). Dalam ranah internet, konsorsium world wide web (W3C) juga sudah menyusun standar konten situs yang bisa diakses oleh kaum difabel.
Persamaan kesempatan bagi orang difabel, itu yang masih mahal di negara kita. Padahal dunia sudah menyaksikan, jika diberi kesempatan yang sama kaum difabel juga bisa terbang sangat tinggi, ini contoh kecilnya:
Steveland Hardaway Morris, salah satu musikus dan penyanyi paling sukses di era pop. Buta sejak lahir namun kemampuannya memainkan hampir semua alat musik dan mencipta lagu membuat orang memberinya nama Wonder. Memegang rekor memenangkan penghargaan Grammy sebanyak 26 kali.
Tom Whittaker, kakinya diamputasi karena kecelakaan ditahun 1976. Namun dia berhasil mendaki puncak Everest tahun 1998 mengandalkan kaki imitasi dan mimpi.
Jim Abott, lahir tanpa tangan kanan. Hal itu tidak menghalanginya menjadi salah satu pelempar bola bisbol terbaik bersama New York Yankees dan Chicago White Sox.
Simona Atzori, wanita Italia ini dilahirkan tanpa kedua tangannya. Namun kegigihannya berlatih melukis menggunakan kaki menjadikannya pelukis kelas dunia. Lukisannya dipajang di galeri internasional dan Paus sempat minta dilukis olehnya. Simona juga seorang penari profesional.
Stephen Hawking, ilmuwan fisika terkenal ini menderita lumpuh dan gangguan syaraf yang membuatnya hidup mengandalkan komputer bahkan untuk berbicara. Dan dia tetap berkarya dan mengajarkan ilmunya. Buku karangannya, A Brief History of Time tercatat sebagai buku fisika paling banyak dibaca orang.
Beethoven adalah salah satu komposer klasik terbesar, pendengarannya hilang total sejak usia 28 tahun. Namun semenjak itulah karya-karya komposisi klasik terbaiknya mulai lahir, termasuk simphony ke-9.
Franklin Delano Rosevelt, kelumpuhan tidak menghalanginya memimpin amerika selama perang dunia 2.




4 Comments, Comment or Ping
Dino
Ada teman mertua saya yang pindah ke Australia semenjak kaki istrinya lumpuh. Dia ngerasa istrinya tidak bisa hidup normal kalo tinggal di Indonesia.
Jan 24th, 2008
fisto
biasanya orang yg difabel itu memang diberikan kelebihan lain oleh Tuhan…
Jan 24th, 2008
dodot
ngomong2 tau link yang menyediakan mp3 nya beethoven kagak ?
Jan 24th, 2008
vian
Meski Indonesia telah ada UU No 4 Tahun 1997 tentang pentandang cacat namun hingga sekarang belum dapai dimplementasikan dengan baik. Kaum difabel masih sering diperlakukan diskriminatif hampir di segala bidang kehidupan, termasuk dalam penyediaan fasilitas publik yang tidak ramah bagi mereka. Gimana nich para pembuat kebijakan????
Oy kalo ada data-data ato buku-buku tentang difabel kasih info ke aku ya.,,
Apr 22nd, 2008
Reply to “Mereka Yang Tak Lengkap Namun Terbang Tinggi”