Soeharto: 1921 - 2008
Meskipun mengenai Soeharto secara personal ada yang berkata, some things are better left unspoken, tapi saya tak tahan untuk tidak mengutarakan opini pribadi saya. Menurut saya Pak Harto memiliki sifat bawaan manusia, ada baiknya..ada jeleknya dan ada nakalnya.
Hanya karena beliau seorang yang diberi kekuasaan atas ratusan juta rakyat selama puluhan tahun, sifat manusia biasa tadi memberi dampak yang sangat tidak biasa. Mungkin kita juga bersalah “membiarkannya” terlalu lama jadi penguasa, sudah terbukti kekuasaan yang terlalu lama membuat mabuk dan bisa mengubah orientasi dan sifat manusia, setangguh apapun. Lagi pula, menjadi pemimpin membuatnya harus mengambil keputusan, dan keputusan apapun tidak akan pernah bisa membuat semua orang senang.
Baik dan Buruk Seorang Soeharto
The Good:
- Menekan laju inflasi era 60-an (dari 650% di tahun 1966 menjadi hanya sekitar 13 % saja ditahun 1968) dan memperbaiki nilai rupiah.
- Somehow, memberi stabilitas keamanan dan persatuan nasional sesuatu yang susah sekali diukur namun sangat besar artinya terutama melihat semakin kesini semakin acak-acakan negara ini. Sebuah prestasi yang sering kita rindukan akhir-akhir ini, meskipun harus dicapai dengan lebih baik.
- Role model dalam bantuan sosial : yayasan trikora, yayasan supersemar (beasiswa pendidikan dasar sampai S3), yayasan seroja (santunan anak tentara yang gugur di timor timur), yayasan dwikora (santunan untuk anak yang orangtuanya gugur di konfrontasi dengan malaysia), yayasan harapan kita (RS. harapan kita), yayasan amal bakti muslim pancasila (pendirian masjid)
- Banyak orang menulis, andaikan Soeharto kekeuh tidak mau mundur tahun 1998 dan nekad menumpas demonstrasi mahasiswa….bisa dibayangkan…Indonesia mirip Myanmar atau mirip Tiananmen. Masih terbukti beliau seorang negarawan.
- Seberapapun besar dan jeleknya tuduhan dialamatkan orang padanya, dia tidak pernah ingin meninggalkan negeri ini.
The Bad:
- Tanyakan kepada ratusan aktivis yang pernah keluar masuk penjara dengan tuduhan subversi selama jaman Soeharto…Dr Syahrir, Dr Adnan Buyung Nasution, Hariman Siregar, Judil Herry Justam, Soekotjo Soeparto, Dr Rizal Ramli, AM Fatwa, Dr Arief Rachman, Lopez Da Lopez, Ibrahim Zakir, Musfihin Dahlan, Umar Marasabessy, Evert Matulessy, Ir Sanusi, Prof Ismail Suny, HR Soedarsono
- Memberi keistimewaan kepada pelaku ekonomi tertentu, dan menjadikan mereka konglomerat sementara membunuh cita-cita koperasi - nya Pak Hatta. Membuat Indonesia sebagai surga-nya investor asing dan perusahaan minyak/ mineral dunia dengan begitu banyak kontrak investasi dan eksplorasi yang sangat tidak lazim dan merugikan. Berbanding terbalik dengan Malaysia dan Thailand yang memberi proteksi pada pelaku ekonomi pribumi.
- Anak-anak, saudara dan sahabat adalah harta dunia, dan ternyata anak-anak, saudara dan sahabat Soeharto memang berkelimang dengan harta. Transparency International mencatat Soeharto sebagai koruptor terbesar sepanjang masa. Namun perlu juga dicatat ungkapan ini: ”Kalau di era Orde Lama korupsi malu-malu, di era Orde Baru korupsi di bawah meja, di era Orde Reformasi korupsi di atas meja dan bahkan mejanya dikorupsi”. Kita tidak belajar apa-apa rupanya.
- Banyak orang, meskipun kebenarannya masih menjadi kontroversi, memberinya predikat “pembunuh massal”, kasus pemberantasan PKI yang sembrono dan Timor Timur serta Aceh yang diperkirakan menelan nyawa lebih dari 500ribu orang.
Selamat jalan pak Harto…. hati ini sering ragu bagaimana harus menilaimu (dan Tuhan juga tak butuh penilaian manusia untuk menilaimu). Yang pasti, kami ingin lebih baik dan belajar dari masa lalu-mu… You were my president.




2 Comments, Comment or Ping
fisto
1993 itu sebenernya taun yg tepat buat suharto untuk mundur…sayang, gak dia lakukan….
Jan 28th, 2008
Dino
Penilaian yang objektif menurutku, walaupun aku salah satu orang yang begitu tidak suka dengan Suharto.
Jan 29th, 2008
Reply to “Soeharto: 1921 - 2008”