Saya menulis ini setelah meyaksikan video acara parodi berita Daily Show-nya Jon Stewart di ComedyCentral yang mengulas politik secara satir dan lucu. Videonya bisa anda putar dibagian akhir.
Di Amerika, ideologi politik masyarakat sejak lama terbagi menjadi dua aliran besar utama yang pandangan dasarnya saling berlawanan satu sama lain, Demokrat dan Republikan. Partai Demokrat yang beraliran cenderung ke kiri (gampangnya: sosialis, liberal, percaya global warming, anti perang Irak ) dan Partai Republik yang beraliran cenderung ke kanan (gampangnya: konservatif, tradisional, tak percaya global warming, pro perang Irak dsb) menguasai politik Amerika sejak awal berdirinya negara ini.
Mungkin karena saking kuatnya sikap partisan mereka, masing-masing partai dan pengikutnya dari waktu ke waktu berusaha menjadikan partainya lebih kuat dari lawannya sehingga bisa mendominasi kebijakan negara. Entah ini sikap resmi politik partai atau hanya inisiatif pribadi penerbit dan penulis fanatik partai (dengan atau tanpa kalkulasi bisnis), buku-buku politik anak ternyata mulai banyak ditemui. Buku-buku tersebut berisi perbedaan ideologi dan kenapa ideologi mereka lebih baik dari ideologi lawannya, dan disampaikan dalam narasi kartun khas anak-anak. Entah apa yang ada dipikiran penerbit buku-buku tadi? Baca Selengkapnya..
Setelah selesai menonton pameran foto Robert Capa “Images of War” di salah satu museum tempat saya tinggal saya ingin sekali menulis tentang tokoh fotografi, baru sekarang kesampaian.
Ansel Adams (1902 - 1984)
Adalah ikon untuk fotografi lanskap hitam putih, pendiri kelompok f/64 yang berpakem pada teknik natural dalam memotret mendekati lukisan (f/64 adalah satuan terkecil diafragma untuk kamera format besar menghasilkan kedalaman rendering yang maksimum dari background sampai foreground) serta pencipta teknik Zone System. Satu karyanya termasuk dalam 106 gambar yang dikirim keluar angkasa bersama Voyager. Lihat karya-karya Ansel Adams disini. Baca Selengkapnya..
Cerita roller coaster bernama rokok dalam gambar, sebuah industri yang makin kontroversial didunia dan juga menjadi dilema bagi pemerintah Indonesia. Pernah berjaya dan sebentar lagi mungkin akan semakin tertekan karena efek yang ditimbulkannya. Beberapa statistik nasional bisa anda lihat dibagian akhir. Masih ingat film Insider (Crowe-Pacino)?
Warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian) mengisap tembakau pipa atau mengunyah tembakau sejak 1000 sebelum masehi. Kru Columbus membawanya ke “peradaban” di Inggris dan perdagangan tembakau dimulai sejak tahun 1500-an, terutama tembakau Virginia dan masih eksis hingga detik ini. Baca Selengkapnya..
Saya jarang sekali menyaksikan pesan politik sekuat, se-inspiratif dan seindah ini, barangkali tokoh politik Indonesia bisa menirunya:
Selebritinya antara lain Will I Am (pendiri Black Eyed Peas), John legend, Kareem Abdul Jabar (legenda NBA), Amber Valetta, Jesse Dylan (anaknya Bob Dylan), Herbie Hancock (legenda Jazz) dan tentu saja wanita tercantik tahun 2007: Scarlett Johansson. Isi video sendiri adalah kompilasi potongan pidato Barack Obama yang mengangkat tema Yes We Can! dan mereka menyanyikannya bersamaan dengan ucapan Barack. Silahkan dinikmati sendiri dibawah. Situs asli untuk video ini ada di Dipdive.com
Will I Am sendiri sebagai produsernya mengaku dia tidak minta ijin ke Barack Obama dalam proses pembuatan video ini. Video ini langsung menjadi hits di Youtube.
Mungkin penyakit bernama global warmingdan climate change yang dulunya (dan kadang sekarang) masih dianggap sebagai teori konspirasi mulai menunjukkan bentuknya yang paling telanjang. Kemarin Libanon terkena badai salju. Libanon yang notabene terletak di timur tengah yang tandus dan gersang, menurut teman saya dikampus, seumur hidup baru kali ini kena salju, badai lagi!
Syria, jalur Gaza dan Ramallah yang biasanya “panas” oleh peluru Israel dan batu Hamas mendadak suhunya jatuh dibawah nol derajat.
China juga semenjak 3 minggu terakhir dihantam badai salju, dan tidak tanggung-tanggung, kerugian material yang diakibatkan oleh badai salju ini mencapai 7,5 Milyar Dolar, pufff…Dan Nanjing, kota yang paling parah terkena badai salju relatif tidak pernah mengalami salju.
Nah di Indonesia, banjir langganan awal tahun mulai datang ke Jakarta. Dan kalau ada pejabat Jakarta yang berani bilang (semoga tidak) banjirnya disebabkan oleh global warming mungkin anak-anak dibawah ini lebih pintar cari alasan daripada pejabat tersebut.