4 Jan 2008
Saya ingat pernah membaca ulasan La Galigo di Kompas beberapa tahun silam, dan jadi teringat kembali setelah membaca RSS langganan saya tadi pagi. Pada intinya rss itu memberitakan Galigo akan dipentaskan di kota Milan pada bulan Februari.
La Galigo disini adalah sebuah pementasan teater spektakuler (lihat foto diatas) yang didasarkan pada epik karya bangsa Bugis setebal 6000 halaman, Sureq Galigo. Epik ini tercatat sebagai epik terpanjang didunia, lebih panjang daripada Mahabharata. Sureq Galigo ditulis dalam bahasa Bugis Kuno pada abad ke-14 Baca Selengkapnya..
29 Dec 2007
Saya mencoba mencari seberapa jauh budaya Jawa mencitrakan dirinya di dunia internet (ini murni atas dorongan romantisme kangen kampung saya di tengah Jawa sana), dan hasilnya cukup membuat kecut, karena di internet banyak sekali gambaran jawa lebih dilihat sebagai produk komersial dan bukan nama pulau atau nama sebuah etnis.
Alat ukur saya terutama adalah Google.com dan bukan Google.co.id karena lingkup internasionalnya serta Amazon.com dan Wikipedia.org, tiga nama besar di dunia internet dalam bidangnya masing-masing. Dan karena saya bukan pakar sosiologi, antropologi apalagi sarjana budaya, maka anggaplah ini wacana semata. Jadi mari kita mulai melihat perilaku internet (Google) memaknai beberapa katakunci: Jawa, Java, Gamelan, Batik dan Keris.
Baca Selengkapnya..
23 Dec 2007
(Saya menuliskan ini sambil terkenang betapa di Indonesia kita memiliki begitu banyak pengalaman buruk dengan sampah: huru-hara Bantar Gebang dan TPA lainnya, serta peristiwa Bandung lautan sampah )

Keinginan untuk mencari pohon natal terbaik membuat orang menelusuri hutan dan memilih satu dari sekian pucuk cemara yang tersedia.
Bagi saya yang tidak ikut merayakan natal, menyaksikan natal disini tetap memberi suasana yang lain terutama melihat bagaimana pohon cemara itu dimaknai. Kalau dulu saya sering melihatnya di film, sekarang saya berkesempatan mengamati cerita pohon natal.
Didaerah saya sementara ini tinggal, hampir setiap ruang utama atau beranda rumah dan apartemen dihiasi pucuk cemara baik asli maupun sintetis, dilengkapi lampu dan ornamen hiasan yang memberi suasana hangat di tengah bekunya musim dingin Skandinavia (suhu berkisar minus 3 s.d minus 10 derajat celsius).
Pohon natal di daratan Skandinavia disebut Julgranen, kira-kira dari Jul: natal dan Granen: pohon. Perjalanan pohon cemara Skandinavia di mulai dari hutan dengan perhentian singkat untuk dihias dan dipajang diruangan rumah lalu berakhir di tungku pembakaran , dan kehangatan seperti ditebar untuk semua aktivitas tersebut. Baca Selengkapnya..