Saya jarang sekali menyaksikan pesan politik sekuat, se-inspiratif dan seindah ini, barangkali tokoh politik Indonesia bisa menirunya:
Selebritinya antara lain Will I Am (pendiri Black Eyed Peas), John legend, Kareem Abdul Jabar (legenda NBA), Amber Valetta, Jesse Dylan (anaknya Bob Dylan), Herbie Hancock (legenda Jazz) dan tentu saja wanita tercantik tahun 2007: Scarlett Johansson. Isi video sendiri adalah kompilasi potongan pidato Barack Obama yang mengangkat tema Yes We Can! dan mereka menyanyikannya bersamaan dengan ucapan Barack. Silahkan dinikmati sendiri dibawah. Situs asli untuk video ini ada di Dipdive.com
Will I Am sendiri sebagai produsernya mengaku dia tidak minta ijin ke Barack Obama dalam proses pembuatan video ini. Video ini langsung menjadi hits di Youtube.
Saya beberapa kali menjalani/berada didunia yang terbalik atau siklus malam-siangnya lumayan kacau, dari saat kerja lepas laut dulu sampai berada didaerah yang mataharinya hanya muncul antara jam 9 - 14 siang saja (dan penuh kabut). Namun ada banyak cara untuk “mengingatkan” diri merasakan pagi, salah satunya lewat musik. Pilihan saya banyak, tapi 4 lagu dibawah paling sering menjadi teman pemberi semangat ala pagi meski liriknya tak melulu tentang pagi. (Anda bisa dengarkan keempatnya, cuman maaf kalo bufferingnya agak lambat soalnya format non kompresi).
Ebony Eyes - Lagu lawasnya Everly Brothers, dan saya paling suka dengan modifikasi ala Stevie Wonder: selalu muda, penuh tenaga dan kaya bunyi… persis seperti matahari pagi. Wonder merekamnya ditahun 1976, sebelum saya lahir, tapi beat dan iramanya terasa seperti lagu yang baru saja dirilis (lengkap dengan suara talk box yang mungkin di Indonesia baru ada tahun 90-an).
Pagi - Suara almarhum Chrisye akan tetap dikenang sampai anak cucu, tapi bagi saya suara serak indahnya paling mantap saat menyanyikan Pagi, syahdu tapi bersemangat dan “berbau” pagi khas Indonesia. Saat jauh, lagu ini sering membuat saya membayangkan embun yang menempel didedaunan disawah belakang kampung halaman saya, apalagi jika itu versi akustiknya yang oleh Djadug diperkaya dengan beragam suara etnis.
Radiohead, band rock alternative asal Inggris (dulu jaman saya ABG sampai hafal liriknya Creep) mungkin cukup gila ketika memutuskan untuk bereksperimen dengan album terbaru mereka In Rainbows yang dilaunching Oktober 2007 lalu. Eksperimen mereka pada intinya adalah tidak menentukan harga untuk siapapun yang ingin mendownload album ini, alias pembayaran sukarela. Bahkan anda bisa membayar 0 dollar. Saya sendiri ikut mendownload saat itu (dan membayar meski tidak banyak). Saat saya meng-klik tanda tanya disitus itu (saat ini sudah tidak aktif), muncul tulisan “It’s up to you” klik lagi akan muncul “No really, it’s up to you!”, jadi memang benar-benar sukarela.
Periode download ini resmi ditutup awal Januari kemarin dan album dalam bentuk CD mulai dijual. Dan bagaimanakah hasil akhir dari eksperiman model pembayaran kreatif (dan murah) ini? Baca Selengkapnya..
Sebuah lagu bisa dimaknai sebagai hanya sebuah lagu. Namun kita juga sering tanpa sengaja menyenandungkan sebuah lagu dalam banyak kesempatan pribadi, pengakuan bahwa lagu juga bisa menginspirasi. India Arie adalah sedikit dari musisi pop yang kerap kali menuliskan pandangan universal serta merekam banyak hal besar di dunia ini dalam balutan musik r&b. Dari Gandhi sampai perbudakan, dari Mandela sampai Stevie Wonder, tak lupa juga cinta. Baca Selengkapnya..